Showing posts with label Pharmacy. Show all posts
Showing posts with label Pharmacy. Show all posts

Sunday, November 1, 2015

Prosedur analisis dan Identifikasi Kloramfenikol dalam Salep Mata





Prosedur preparasi :
·         setara dengan 10 mg kloramfenikol dimasukkan ke dalam tabung sentrifuge 15 ml. setelah menambahkan 10 ml n hexane, sampel diletakkan pada waterbatch padas uhu 45oC selama ±5 menit dan diaduk sampai larut. kemudian disentrifuge pada 3500 rpm/min untuk 2 menit, dan cairan supernatant dibuang. prosedur ini diuang selama 3 kali. Analisis dilakukan terhadap residu
jurnal : determination of assay and impuritie of ama irradiated chloramphenicol in eye ointment

·         0,4 g salep dilarutkan dalam 50 ml n-hexane , kemudian diekstraksi dengan 50 ml air selama 3 kali. kemudian hasilnya dimasukkan dalam erlenmeyyer 200 ml, dan ditambahkan air sampai 200 ml
jurnal : analysis of chloramphenicol and its related compound. . . . . . .  . . . . . . . ……….
Prosedur analisis :
·         larutkan 10 mg residu dalam 2 ml etanol (50%), tambahkan 4,5 ml 1 M asam sulfat dan 50 mg serbuk zink dan biarkan 10 menit. Tuang supernatant jika perlu saring. Dinginkan pada es dan tambahkan 0,5 ml Natrium nitrit p, setelah 2 menit, 1 g urea diikuti oleh 1 ml 2-naftol dan 2 ml NaOH 10 M; hasil positif menunjukkan warna merah (USP)
·         pada 5 ml larutan 1,0% b/v tambahkan beberapa tetes larutan perak nitrat p; hasil positif menunjukkan tidak adanya endapan (FI 3)


Data pengamatan
No
Nama sampel
Hasil Identfikasi
1
Kloramfenikol dalam salep
(-) Coklat muda
2
Fenoftalein dalam emulsi pencahar
(+) berwarna merah/pink pada endapan
3
Magnesium dalam emulsi
(-) tidak berbentuk endapan
4
Vit. B1 dalam tablet
(-) endapan berwarna
5
Katopril dalam tablet
(+) merah

Note : untuk pembahasan dan reaksi silahkan lihat sendiri di buku kami masing-masing

Sunday, September 20, 2015

Analisis Unsur Nitrogen




Kali ini saya akan membagikan sedikit pengetahuan yang saya baca tentang analisis unsur khususnya unsur Nitrogen.

Analisis unsur suatu senyawa dapat dilakukan dengan beberapa metode, yang saya bagikan di sini adalah metode lassaigne. Metode ini mendestruksi dan mereaksikan senyawa unsur dengan logam Natrium dengan bantuan pemanasan. Misalnya suatu senyawa mengandung unsur N, maka akan menjadi NaCN/CN, Unsur S, menjadi Na2S dan S, unsur P menjadi Na3P dan PH3 dsb. Pada tahapnya sampel dan serbuk lassaigne di campur terlebih dahulu lalu dimasukkan dalam tube, atau sampel dimasukkan dalam tube diikuti dengan logam Natrium. Kekurangan metode ini adalah untuk sampel yang mudah menguap, bisa saja menguap sebelum bereaksi dengan Natrium. Namun, permasalahan ini dapat diatasi dengan pengembangan metode tersebut.

Dalam pemanasan/pembakaran tube yang berisi campuran logam natrium dan sampel tadi, perlu diperhatikan agar tube tadi tidak berisi air atau uap air. Sudah tahu kan jika logam Natrium bertemu dengan air. . . Lalu ? bagaimana ketika telah dipijarkan dan dimasukkan dalam air dan tidak terjadi apa-apa padahal kelebihan logam Natrium bisa saja terbentuk ? ya jawabannya biasanya ditambahkan dengan senyawa yang mengandung oksigen, misalnya MgO sehingga kelebihan Natrium akan membentuk Na2O yang tdiak berbahaya jika terkena air.

Untuk analisis unsur Nitrogen dilakukan dengan menambahkan filtrat lassaigne dengan FeSO4, lalu didihkan sehingga terbentuk Natrium hexasiaonoferat. Natrium hexasianoferat inilah yang akan bereaksi nantinya dengan Besi(III) sulfat membentuk warna biru berlin. pH sekitar 7, akan memnghambat terbentuknya biru berlin, sehingga perlu ditambahkan asam sulfat setelah dingin, karena larutan yang panas akan menghambat terbentuknya biru berlin. 

Sekian dari saya semoga bermanfaat dan mohon dikoreksi jika ada kesalahan...
Terima kasih. . .

Tuesday, May 13, 2014

PENGGUNAAN PCR UNTUK ANALISIS SIDIK-JARI DNA MENGGUNAKAN SATU PRIMER TUNGGAL



PENGGUNAAN PCR UNTUK ANALISIS SIDIK-JARI DNA MENGGUNAKAN SATU PRIMER TUNGGAL
Analisisi sidik-jari DNA (DNA fingerprinting) adalah suatu metode analisis genetik yang didasarkan atas pola RFLP suatu materi genetik. Diketahui bahwa pola lokus polimorfik tersebut spesifik untuk masing-masing individu. Spesifitas pola polimorfisme tersebut dapat dideteksi dengan melakukan hibridisasi menggunakan suatu pelacak DNA tertentu. Pelacak DNA tersebut akan berhibridisasi dengan suatu daerah minisatelit hipervariabel. Analisis sidik jari-DNA dilakukan dengan cara memotong sampel DNA dengan satu atau lebih enzim restriksi, kemudian dilakukan elektroforesis pada gel agarose. DNA pada gel kemudiam dipindahkan ke suatu membran dan dihibridisasikan dengan suatu pelacak.
Dengan adanya metode PCR, analisis sidik-jari DNA dapat dilakukan pada sampel DNA dalam jumlah sangat sedikit. Tenik analisisi sidik-jari DNA tersebut telah banyak digunakan untuk kepentingan forensik, analisis genom manusia, diagnosa antenatal, penentuan hubungan kekeluargaan dan lain-lain. Amplifikasi lokus-tunggal suatu minisatelit dengan PCR memerlukan informasi mengenai urutan nukleotoda DNA yang akan diamplifikasi karena hal ini akan menentukan primer yang digunakan. PCR biasannya dilakukan dengan menggunakan dua macam primer yang sangat spesifik. Caetano-anolles et al.(1991) telah mengembangkan analisis sidik jari DNA dengan amplifikasi, tetapi hanya menggunakan satu primer tunggal. Metode ni tidak memerlukan pelacak DNA tertentu dan tidak memerlukan informasi mengenai urutan DNA yang akan diamplifikasi. Oleh karena tidak perlu dihibridisasi dengan suatu pelacak maka dalam metode ini juga tidak perlu dilakukan pemindahan fragmen-fragmen DNA dari gel ke suatu membran. Metode ini dikenal sebagai metode DNA Amplification Fingerprinting (DAF).
Primer yang digunakan dalam metode ini dapat berupa oligonukleotida yang panjangnya hanya 5 nukleotida. Oleh karena hanya ada satu primer pendek dengan urutan nukleotida yang tidak sangat spesifik maka tempat awal sintetis DNA dapat terletak dibeberapa tempat di masing-masing untaian DNA. Meskipun demikian, urutan nukleotida template yang dapat diamplifikasi hanya daerah yang terletak di antara suatu tempat awal sintetis dengan suatu urutan nukleotida yang terletak di dekatnya yang juga berhibridisasi dengan primer. Dengan adanya siklus inkubasi pada beberapa suhu yang berbeda selama amplikasi maka akan dihasilkan sekelompok fragmen DNA dengan ukuran pendek dan mempunyai panjang yang berbeda-beda. Jika fragmen-fragmen tersebut dipisahkan dengan elektroforesis pada gel akrilamid, akan dihasilkan suatu pola “sidik-jari”. Metode ini telah berhasil digunakan unutk melakukan analisis sidik-jari DNA yang berasal dari Bradyrhizobium sp, Candida albican, Azolla amma, Glycine soja dan lain-lain. Beberapa primer yang digunakan untuk analisis adalah sebagai berikut:
1.    5’-CGCGGCCA-3’
2.    5’AATGCAGC-3’
3.    5’-GCCCGCCC-3’
4.    5’-CGGCGGCGG-3’
Metode sidik-jari DNA dengan amplifikasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menggunakan primer yang berbeda ururtan nukleotidanya. Primer yang berbeda tersebut akan menghasilkan pola “sidik-jari” yang berbeda karena primer tersebut akan menempel pada daerah DNA tempalte yang berbeda. Modifikasi semacam ini telah digunakan untuk amplifikasi DNA genom Staphylococcus aureus, kedelai (Glycine max L. Meer. Cv. Bragg), dan DNA dari manusia. Diketahui bahwa primer yang mengandung lebih banyak G+C akan menghasilkan lebih banyak produk amplifikasi.
Salah satu potensi metode ini adalah untuk deteksi perbedaan genetis pada suatu genom manusia. Jika digunakan primer yang tertentu untuk amplifikasi genom manusia maka individu-individu yang tidak mempunyai hubngan kekeluargaan akan menunjukan polimerfisme yang berbeda dibanding individu-individu yang mempunyai hubungan kekeluargaan.
(Yuwono,Triwibowo.2006.Teori dan aplikasi Polymerase Chain Reaction.Yogyakarta: ANDI)

Wednesday, February 12, 2014

Cara Membuat beberapa Larutan Baku

Cara membuat larutan baku dapat di lihat di beberapa buku referensi yaitu, Farmakope edisi 3 dan 4 dengan volume dan konsentrasi yang telah di tentukan. Namun kita dapat melakukan konversi sesuai dengan larutan yang akan kita buat. Contoh larutan baku: ... AgNO3, MnO2, MnSO4 dan lain-lain...